Cara Merawat Timbangan

//Cara Merawat Timbangan

Cara Merawat Timbangan

Perawatan yang baik akan menjadikan hasil timbangan terjaga akurasinya dan umur timbangan yang lebih lama. Berikut ini merupakan cara merawat timbangan yang dapat menambah wawasan anda:

kalibrasi timbangan semarang1

  • Letakkan timbangan pada meja datar yang stabil.
  • Hubungkan kabel power ke timbangan terlebih dahulu baru dihubungkan ke sumber listrik. Hal ini akan mencegah ter-Reset-nya EPROM pada timbangan. Bila perlu gunakan stabilizer untuk menghindari kerusakan akibat tegangan naik turun.
  • Lakukan pemanasan timbangan (warming up) sebelum digunakan. Minimal 30 menit atau biarkan kabel power tetap terhubung ke sumber listrik dengan mode Stand by.
  • Lakukan pemantauan suhu dan kelembaban ruangan. Karena suhu yang terlalu tinggi akan menyebabkan penyimpangan hasil timbangan. Dan kelembaban yang terlalu rendah atau tinggi akan menimbulkan efek elektrostatis.
  • Atur leveling foot (water pass). Pastikan gelembung air tepat berada di tengah leveling indicator.
  • Selalu lakukan verifikasi sebelum mulai melakukan penimbangan terhadap sampel.
  • Lakukan pembersihan pan timbangan sesudah menggunakan timbangan.
  • Gunakan kuas, atau sikat lembut untuk membersihkan residu sampel dari timbangan.
  • Gunakan lap / tissue untuk membersihkan tumpahan sampel cairan pada timbangan.
  • Jangan membersihkan bagian dalam timbangan. Hubungi bagian tekhnik atau supplier untuk perawatan terhadap bagian dalam atau sensor berat.
  • Dilarang memodifikasi timbangan tanpa sepengetahuan supplier atau staff Kalibrasi QA.

Selain cara merawat timbangan yang benar, cara pengoperasiannya juga perlu diperhatikan. Pengoperasian timbangan yang baik akan menjadikan hasil timbangan yang lebih akurat;

  • Gunakan wadah yang kering dan tidak panas.
  • Gunakan wadah yang proporsional dengan ukuran sampel. Hal ini bertujuan untuk menghindari efek air buoyancy (efek gaya apung akibat aliran udara).
  • Jangan menggunakan wadah sampel yang terbuat dari plastik. Karena wadah plastik dapat menimbulkan efek elektrostatis.
  • Jangan pula menutup timbangan dengan plastik.
  • Untuk timbangan yang memiliki akurasi tinggi. Jangan menyentuh sampel yang ditimbang dengan tangan kosong, tetapi gunakanlah pinset. Karena sidik jari manusia dapat menambah bobot sebesar 0.0004 g.
  • Timbang sampel dengan suhu normal. Karena sampel dengan suhu rendah cenderung lebih berat, dan sampel dengan suhu tinggi cenderung lebih berat.
  • Gunakan wadah yang memiliki tutup untuk menimbang sampel yang bersifat mudah menguap.
  • Letakkan sampel / wadah yang ditimbang di tengah pan timbangan. Untuk menghindari penyimpangan karena posisi tidak ditengah (corner load error).
  • Tutup rapat draft shield atau penutup timbangan bila ada. Agar hasil penimbangan tidak terpengaruh oleh angin.
  • Jika timbangan tidak digunakan atau mati jangan meletakkan wadah sampel atau benda di atas timbangan.
  • DILARANG KERASmeletakkan sampel yang melebihi kapasitas maksimum dari timbangan.
  • Jangan meletakkan sampel dengan cara membanting ke atas pan timbangan.

Lingkungan yang baik akan menjadikan hasil timbangan yang lebih akurat. Hal – hal berikut juga wajib anda perhatikan agar timbangan anda tetap aman;
-Hindari peletakkan timbangan pada area yang tidak stabil atau bergetar.

  • Peletakkan timbangan dekat mesin-mesin produksi yang bergetar.
  • Peletakkan timbangan yang memiliki alas tidak stabil / goyang / bergetar.
  • Peletakkan timbangan dekat AC, kipas angin atau blower.

-Hindari peletakkan timbangan dengan perubahan temperatur yang tinggi atau mendadak.

  • Peletakkan timbangan dekat heater.
  • Peletakkan timbangan dekat jendela dengan pantulan cahaya matahari langsung.
  • Peletakkan timbangan di ruang dengan peneranganyang menimbulkan panas seperti lampu halogen, petromak, atau lilin.

 

sumber

By | 2018-04-02T03:20:14+00:00 November 9th, 2015|Categories: Berita|Tags: , , , , , |0 Comments

About the Author: